Perjumpaan Singkat

Baru saja aku ingin mengenalmu lebih dalam, baru saja aku mencoba mengerti akan dirimu, baru saja aku ingin menjadi kebangganmu, baru saja aku ingin menjadi temanmu,sahabatmu, teman curhatmu, dan baru saja aku ingin menemui mu di waktu yang sudah ku tentukan, namun sayangnya jalan hidup kita berbeda, alam semesta seperti tak ingin kita bersama, seakan Yang Maha Kuasa juga tidak ingin da perjumpaan yang lebih dalam. Aku sangat mencintaimu, menyayangimu. Nak, tahukah kamu, saat pertama kali kita berjumpa aku selalu ingin bersamamu, berdampingan denganmu, bercanda penuh tawa ria bersamamu, kamu adalah penentram dan penyejuk jiwa ini. Ketika ku rasakan lelah akan segala hal yang terjadi dan terpikirkan, wajahmu itu selalu memberikan sukacita penuh pada jiwa ini.
Nak, 1 tahun 3 bulan adalah waktu yang benar-benar singkat bagi kedua orang tuamu, bagi kakakmu, bagi kakek-nenek mu, terutama bagi diri ini. Kamu tinggalkan kami semua dalam penuh ketenangan jiwa batin yang syahdu. Ketika ami mu mengatakan "Aku Ikhlas, bu" Tak mampu rasanya ku tahankan rasa sedih dan pedih ini, nak. Jikalau boleh jujur, ini adalah pertemuan tersingkat sepanjang aku hidup dan mengembara di dunia ini. Kamu benar-benar telah pergi meninggalkan kami semua, wahai anakku sayang..
Aku sangat ingin ada di sisimu saat ini, detik ini, tapi apalah dayaku jika saat ini kita terpisahkan oleh jarak. Namun sesungguhnya nak, hati, pikiran, dan jiwa ini hanyalah terfokus pada dirimu saja.
Aku, ibumu, akan selalu mengingat mu wahai cahaya hatiku. Aku meyakini bahwa DIA lebih mencintai dan menyayangimu.
Aku, ibumu, akan selalu mencintai mu....

PERJUMPAAN KITA TERLAMPAU SINGKAT, NAK....

Komentar